Lost in Bali
Senin, 6 Juni 2011.
Tune Hotel, Kuta, Bali.
Rencana hari ini: Tanah Lot dan Pura Taman Ayun.
Pukul 09.00 WITA, saya meluncur dari penginapan ke arah barat daya pulau Bali, menuju Tanah Lot. Berbekal ingatan berisi peta dari Google Maps yang sudah saya pelajari sebelum berangkat dari Bandung, mulailah perjalanan hari ketiga di pulau Dewata ini dengan mengendarai motor sewaan.
Tanah Lot, Bali.
Setelah satu jam mengendarai motor yang baru saja diisi bahan bakar (penuh!), tibalah saya di pelataran parkir Pura Luhur, Tanah Lot. Sebelumnya, saya nyasar sekitar dua kilometer dari jalur yang seharusnya, kemudian memutar balik dan menyadari bahwa di persimpangan sebelumnya saya seharusnya belok kanan, bukan kiri (blame it on the sign! grrr).
Satu jam lebih saya berada di sana, untuk foto-foto aja. Maklum cuma sendirian, ga ada temen ngobrol, satu-satunya pembicaraan adalah cuma dimintain motretin sama sepasang bule.
Hari itu ga terlalu rame di Tanah Lot, mungkin baru masuk musim libur, belum puncaknya.
Dan ini foto pura yang ada di atas tebing di tengah laut itu, sayang air lagi pasang jadi ga bisa mendekat ke sana.

Nikon D3K, 26 mm, 1/500 sec, f/5.6.
Pura Taman Ayun, Bali.
Pukul 14.00 WITA, akhirnya sampai juga di tujuan kedua. Lega.
Perjalanan dari Tanah Lot menuju Mengwi tempat Pura Taman Ayun berada memakan waktu dua jam. Ya, dua jam naik motor di tengah cuaca panas terik adalah cara terburuk untuk membakar kulit.
Perjalanan menuju Taman Ayun ini sudah direncanakan untuk menempuh jalan utama, walaupun lebih jauh beberapa kilometer. Namun di tengah jalan saya memutuskan untuk belok kiri, memotong jalan melalui jalan pedesaan langsung ke arah timur, padahal seharusnya lurus terus untuk bertemu dengan jalan raya baru mengarah ke timur.
Hasilnya: tersesat di pedalaman Bali entah di mana saya berada.
Bertanya kepada warga di pinggir jalan, dia ga tau di mana letak pura tujuan saya itu.
Lanjut berkendara, beberapa ratus meter kemudian saya tanya lagi ke warga, dia bilang lurus terus saja. Bodohnya saya adalah terlalu mudah puas, jadi ga bertanya lebih jauh lagi, lurusnya sampai kapan!
Satu jam kemudian.
Semakin tersesat. “Ko ga sampai-sampai ya?” pikir saya dalam hati.
Akhirnya saya SMS ke adik di Bandung, minta dicarikan jalan di Google Maps menuju Taman Ayun dari tempat saya berada. Karena tidak tahu sedang berada di mana, saya berusaha mencari plang nama jalan, dan akhirnya diketahuilah di mana saya saat itu.
Lalu Bapak menelepon ke Telkomsel saya (bersyukur masih ada sinyal), dan malah marah-marah, “Mau kemana sih? Kenapa ga ikut tour aja!”. Bzbzbzbzbz.
Kemudian adik mengambil alih telepon dan mencari lokasi saya di Google Maps setelah saya sebutkan nama jalan dan kecamatan tempat saya berada. Ternyata tidak ada di Google Maps saudarah-saudarah. I’m in the middle of nowhere, di kanan sawah, di kiri sawah, depan belakang ga ada kendaraan lain, rumah, pura, rumah, pura, hanya itu yang ditemukan.
Setelah menutup telepon yang tanpa solusi itu, kembali saya nyalakan motor, pokoknya lurus terus, cari peradaban yang lebih baik untuk bertanya, haha. Siang itu saya hanya mengikuti insting, tujuan saya ada di timur, saya masih di barat, artinya saya harus menjauhi arah matahari, harus ke timur, harus ke timur.
Puji syukur. Setengah jam kemudian saya menemukan persimpangan yang cukup besar, dengan papan arah jalan. Mengwi, belok kanan. Sesampainya di peradaban yang lebih cerah, kembali saya bertanya arah kepada warga. Bapak-bapak yang sedang duduk di warung itu menjelaskan arah yang harus saya tempuh, dengan arah mata angin: lurus terus ke barat, lalu ke utara, memutar sedikit ke timur, lalu ketemu jalan besar. Dahsyat.
Singkat cerita, saya tiba di Pura Taman Ayun setelah sekitar setengah jam lagi berkendara. Yeehaa!
Ini dia Pura Taman Ayun.

Nikon D3K, 20 mm, 1/60 sec, f/14.
Pelajaran dari perjalanan bodoh saya adalah ikuti rencana awal jika ingin semua sesuai harapan. Tapi “sedikit” membelok dari rencana awal bisa membawa kita kepada kejadian-kejadian seru, yang terlalu menarik untuk dilupakan!
Salam nyasar.
Riksarama
NB: foto-foto di atas dimuat dalam album Absolute Indonesia, kumpulan foto tentang keindahan negara kita selama perjalanan saya, dari 2008 hingga detik ini. Enjoy!