two to six
Usia Bapak hampir memasuki kepala enam. Saya baru sadar kalau Bapak sudah lebih dari setengah abad usianya. Selama ini, dengan Bapak yang hanya saya ingat adalah minta uang bensin, ngambek waktu keinginan saya ga dipenuhi, minta uang tambahan untuk main sama temen-temen, pergi dari pagi pulang pagi lagi.
Kalau dipikir-pikir, nanti ketika saya udah jadi bapak (amiin), apa rasanya ya ketika anak saya seperti itu? Khawatir? Kesal? Marah?
Sudah saatnya buat saya, anak laki-laki satu-satunya di keluarga, untuk lebih banyak berbakti pada keluarga. Malu sama umur saya yang udah kepala dua ini :p
Adik saya masih kuliah tingkat satu, artinya lebih kurang tiga tahun ke depan masih membutuhkan biaya kuliah yang tidak sedikit. Pun dengan saya, sepertinya perjalanan kuliah saya juga masih panjang lika-likunya.
Mulai detik ini saya akan lebih rajin kuliah, mengurangi aktivitas yang tidak terlalu urgent sebisa mungkin, meneruskan pekerjaan-pekerjaan Ayah semampu saya, terus terus terus… Masih banyak sepertinya haha.
Insya Allah, saya pasti bisa!
Love you Ibu, Bapak :)
Riksarama,
17 days to my twentysomething
